Wed. Dec 1st, 2021

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Anggota Komisi III DPR Minta Polisi Tak Ragu Usut Kasus Mahasiswi Digilir

2 min read

Jakarta –

Polisi menegaskan SN tidak terlibat kasus mahasiswi EA (23) diperkosa secara bergilir oleh sejumlah pria di Kota Makassar. Komisi III DPR akan mamantau kasus ini.

SN diduga terlibat dalam kasus ini lantaran diduga menawarkan korban ke pelaku. Hal itu diungkap tersangka MF yang menyebut SN sempat bertanya kepadanya dengan kalimat ‘kau mau tidak?’.

Melihat hal ini, anggota Komisi III DPR, Habiburokhman mengatakan hukum bisa menjerat terhadap sosok yang turut serta terlibat dalam tindak pidana. Dia meminta polisi berani menjerat sosok terlibat jika sesuai dengan fakta.

“Kalau dalam hukum pidana itu kan ada pelaku, ada orang yang memberi bantuan, ada turut serta, itu harusnya didalami penggunaan pasal-pasal tersebut. Jadi kalau misalnya dia menawarkan berartikan memberikan bantuan terjadinya pidana. Nah itu baik menurut ketentuan pasal per pasal pidana ada,” kata Habiburokhman, kepada wartawan, Senin (5/10/2020).

“Kalau faktanya terungkap dia menawarkan, ya itu pasti setidaknya ikut membantu terjadinya pidana, jadi jangan ragu polisi, jangan takut, kita support polisi tidak takut. Bila seperti itu adanya, bila benar menawarkan, ya itu berarti memberikan bantuan pidana. Harus berani kalau memang begitu adanya dia yang menawarkan,” imbuhnya.

Habiburokhman mengatakan polisi bisa mendalami peran-peran orang yang terlibat. Sebab menurutnya, dalam hukum pidana memiliki banyak makan soal ‘orang terlibat’.

“Bisa macam-macam, bisa pelaku utama, bisa membantu melakukan, bisa memberikan kesempatan melakukan, macam macam, gradasinya ada. Saya pikir salah satunya pasti kena lah. Kita akan pantau, nanti kita tanyakan ke Kapolda,” katanya.

“Kita tak melakukan menetapkan tersangka lagi karena belum cukup bukti,” kata Iqbal di kantornya, Jalan Pengayoman, Kota Makassar.Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal Usman mengatakan tidak akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap SN. Polisi menegaskan SN tidak terlibat kasus mahasiswi EA (23).

Terkait pernyataan tersangka MF yang mengaku ditawari korban oleh SN, dan rekaman CCTV saat SN mengajak dan menggiring korban ke dalam kamar hotel, Iqbal menyebut alat bukti dari fakta tersebut tidak kuat untuk menjerat SN di kasus ini.

“Pernyataan itu ada tapi belum cukup bukti. Iya (termasuk rekaman CCTV),” beber Iqbal.

kasus pemerkosaan EA secara bergilir oleh sejumlah pria terjadi pada Minggu (20/9) dini hari lalu. Saat itu EA yang dalam kondisi mabuk berat dipaksa oleh SN untuk menginap di sebuah hotel di kawasan Panakkukang, Makassar yang selanjutnya diperkosa secara bergilir oleh sejumlah pria.

Baca juga !