Fri. May 27th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

6 Perkembangan Pencarian Black Box Sriwijaya Air, Lokasi Terdeteksi

4 min read

Jakarta –

Upaya pencarian black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu terus mengalami perkembangan. Terbaru, lokasi diduga black box berada sudah diketahui.

Perkembangan perihal keberadaan black box Sriwijaya Air SJ182 itu mulanya disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Marsekal Hadi mengungkapkan, posisi black box berada sudah dimarking tim evakuasi.

Tim pun kemudian terus bergerak melakukan pencarian. Pencarian juga diperlebar untuk fokus menemukan black box Sriwijaya Air SJ182.

Berikut perkembangan pencarian black box Sriwijaya Air SJ182:

1. Posisi Sudah Dimarking

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan, tim evakuasi telah menemukan sinyal yang diduga dikeluarkan oleh black box Sriwijaya Air SJ182. Kini, lokasi yang diduga black box berada pun sudah ditandai.

“Teman-teman dari TNI dan Basarnas, termasuk stakeholder TNI dan Polri juga, saat ini terus berupaya untuk mendapatkan black box yang posisinya juga diduga kuat adalah posisi black box yang kita cari,” kata Marsekal Hadi dalam konferensi pers di JICT 2, Jakarta, Minggu (10/1/2021).

“Terbukti dua sinyal yang dikeluarkan oleh black box tersebut terus bisa dipantau dan sekarang sudah kita beri marking,” imbuh Panglima TNI.

2. Teknik Khusus Digunakan dalam Pencarian

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan pihaknya melakukan pencarian black box Sriwijaya Air SJ182 dengan teknik khusus. Kapal Baruna Jaya IV juga disiapkan untuk mencari black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang hilang.

“Iya iya, saat ini menurut berita bahwa KRI Rigel sudah mendapatkan ping dari black box itu. Mungkin kalau misalnya kami juga ke sana, dapat segera juga melokalisir, mempersempit lokasi dari black box tersebut. Karena kalau kita mendengarkan ping kan, baru ketahuan kira-kira pingnya, lokasinya di sebelah mana dari kapal yang menangkap itu dan berapa jaraknya,” terang Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan (BTSK) BPPT, Djoko Nugroho, di kapal Baruna Jaya IV, Pelabuhan Nizam Zachman Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021).

“Ini kita harus membuat triangulasi minimal, triangular, posisi triangular sehingga kita dapat mempersempit posisi atau melokalisir lebih detail mengenai lokasi black box tersebut,” lanjutnya. Menurut KBBI, triangulasi adalah teknik navigasi yang menggunakan sifat-sifat segitiga trigonometri.

Nugroho menambahkan Baruna Jaya IV juga akan membantu mencari serpihan dan bangkai pesawat Sriwijaya Air SJ182. Kapal Baruna Jaya IV, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan Basarnas dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam pencarian yang akan dilakukan ini.

“Kami tidak memiliki target (mencari black box), tapi sesuai yang kami lakukan, tentunya kami prepare untuk 10 hari ke depan dan tentunya kita berharap secepat mungkin, secepat mungkin apa yang dibutuhkan KNKT, dalam hal ini untuk melakukan investigasi dari jatuhnya kapal, tentunya itu dibutuhkan black box,” ujarnya.

3. Pencarian Kemungkinan Tidak Akan Temui Kendala Berarti

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menilai pencarian black box Sriwijaya Air tidak akan menemui kendala yang berarti. Kendati demikian, dia belum bisa memastikan secara pasti apakah ada kendala atau tidak dari pencarian ini.

“Kendalanya kemungkinan, saya tidak tahu, belum mengetahui kondisi dari, situasi dasar laut di daerah lokasinya ini, apakah berlumpur atau berkarang. Tapi yang kami dapat informasi dari KNKT bahwa di lokasi ini adalah batu karang. Saya kira dengan batu karang ini, insyaallah akan lebih mempermudah kita dalam melakukan pencarian puing pesawat, yang tentunya kita harapkan black box itu sendiri,” kata Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan (BTSK) BPPT, Djoko Nugroho, di kapal Baruna Jaya IV, Pelabuhan Nizam Zachman Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021).

4. Basarnas Perlebar Area Pencarian

Kepala Basarnas Bagus Puruhito mengatakan area pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 diperlebar hari ini. Konsentrasi pencarian ditekankan pada pengangkatan kotak hitam atau black box pesawat.

“Rencana kita besok kita masih melaksanakan operasi di daerah yang sama dengan metode permukaan laut dan di bawah permukaan laut dengan sedikit melebarkan area pencarian dan menambahkan ke daerah pesisir karena arus dari laut menuju arah pesisir,” kata Bagus dalam jumpa pers di JICT 2, Jakarta, Minggu (10/1/2021).

5. Black Box Pancarkan Sinyal Emergency

KRI Rigel menerima sinyal emergency yang dipancarkan dari benda yang diduga kuat black box pesawat Sriwijaya Air SJ182. Jarak kedua benda tersebut sekitar 200 meter.

“Jadi informasi yang kami terima dari transmit yang diterima KRI Rigel ada 2 subject yang memancarkan sinyal emergency itu berjarak sekitar 150-200 meter. Dua objek itu dan itu diyakini black box namun kepastiannya harus kita cari dan daerah itu ada di daerah jatuhnya pesawat tersebut,” kata Kabasarnas Marsdya Bagus Puruhito, di Pelabuhan JICT II, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (10/1/2021).

6. Sinyal Emergency Terpancar di Daerah Jatuhnya Pesawat

Kabasarnas Marsdya Bagus Puruhito mengungkapkan telah menerima sinyal emergency yang dipancarkan dari benda yang diduga kuat black box pesawat Sriwijaya Air SJ182. Sinyal tersebut berasal dari daerah jatuhnya pesawat tersebut.

“Dua objek itu dan itu diyakini black box namun kepastiannya harus kita cari dan daerah itu ada di daerah jatuhnya pesawat tersebut,” kata Bagus Puruhito, di Pelabuhan JICT II, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (10/1/2021).

Baca juga !