Sat. Dec 3rd, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Akankah Perang Rusia-Ukraina Segera Usai?

2 min read

Perang Rusia-Ukraina sudah memasuki bulan ketujuh. Dalam sepekan terakhir, kasus ini kembal bergejolak, terlebih di tengah Sidang Umum PBB.

Perang Rusia-Ukraina sudah memasuki bulan ketujuh. Dalam sepekan terakhir, kasus ini kembal bergejolak, terlebih di tengah Sidang Umum PBB.

Negara-negara anggota PBB yang merupakan sekutu Amerika Serikat (AS) terus menentang aksi Rusia di sana. Perlawanan di PBB makin diperparah kala Presiden Rusia Vladmir Putin mengerahkan mobilisasi militer parsial.

Tak hanya itu, adanya referendum empat wilayah Ukraina untuk merapat ke Rusia semakin memperpanjang perang ini. Namun, di pekan yang sama, ratusan tahanan perang Ukraina dan Rusia saling dibebaskan.

Naik turunnya hubungan kedua negara, ditambah bumbu-bumbu pedas dari AS dan sekutunya membuat situasi kian membingungkan. Sebenarnya, perang ini akan segera diselesaikan atau tidak, sih?

Mengutip Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Putin sudah bersedia untuk berdamai. Ya, mungkin karena pukulan telak Ukraina di Kharkiv yang merebut kembali wilayah itu dari Moskow, makanya Putin ingin menyudahinya.

Pemimpin Turki itu mengatakan yang paling penting, sikap Rusia akan sangat penting.

“Di Uzbekistan, saya bertemu dengan Presiden Vladimir Putin, dan kami melakukan diskusi yang sangat luas dengannya,” kata Erdogan dalam wawancara tersebut. Menurut dia, Putin menunjukkan kepadanya bahwa dia bersedia mengakhiri perang dengan Ukraina sesegera mungkin.

“Cara yang berlangsung saat ini cukup bermasalah,” kata presiden Turki itu seperti dikutip PBS.

“Saya pikir langkah signifikan akan diambil ke depan. Semua ingin melihat bahwa pertempuran ini berakhir dengan damai,” ujarnya dilansir dari TASS.

Namun, hanya berselang 48 jam, Putin malah memobilisasi militer. Berujung pada merebaknya protes di banyak tempat di Rusia dari mereka yang menolak ‘mati di medan perang’.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga tidak terlihat ingin mengakhiri perang. Malah meminta negara-negara lain untuk membela Ukraina.

Begitu pula dengan negara besar sekutu Ukraina, seperti AS dan anggota Uni Eropa. Bukannya mendorong agar perdamaian tercipta, malah memberikan bantuan berupa alat-alat militer.

Berdasarkan perhitungan Forbes, Rusia kehilangan sejumlah peralatan militer yang bernilai tinggi. Bahkan, 5 di antaranya bernilai lebih dari USD1 miliar (setara Rp14,8 triliun) akibat perang ini.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Sergey Shoigu baru-baru ini melaporkan militer Rusia kehilangan hampir 6.000 tentara selama pertempuran di Ukraina. Ini adalah pertama kalinya Rusia mengumumkan kerugiannya selama operasi militer sejak akhir Maret ketika jumlah prajurit yang tewas mencapai 1.351.

Namun, pengamat internasional Hikmahanto Juwana menilai ancaman Putin untuk mobilisasi jangan dianggap angin lalu. Dan sebaiknya, negara-negara sekutu Ukraina mencoba menenangkan agar tidak ada pengerahan mobilisasi militer dan penggunaan senjata nuklir.

Mengutip pernyataan Kanselir Jerman Olaf Scholz yang mengatakan, “Kapan perang ini berakhir, tidak ada yang benar-benar tahu.” Namun, situasi ini bisa dihindari jika semua pihak bertemu dan benar-benar serius mencari solusi yang terbaik tanpa intervensi pihak manapun.

Menahan diri tak hanya dilakukan dua negara bertikai, tapi juga oleh seluruh negara sekutu dan pendukung. Karena, dampak perang tak hanya dirasakan oleh mereka yang tinggal di kawasan berkonflik, tapi juga kita yang berada jauh dari wilayah tersebut.

Baca juga !