Sun. Nov 27th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Ancam Bunuh Kamala Harris, Perawat Florida Terancam Bui 5 Tahun

2 min read

Washington DC –

Seorang perawat asal Florida menghadapi dakwaan federal usai mengancam akan membunuh Wakil Presiden Amerika SerikatKamala Harris. Perempuan bernama Niviana Petit Phelps itu terancam 5 tahun penjara.

Seperti dilansir Independent, Minggu (18/4/2021) perawat asal Miami itu diduga membagikan video ancaman pembunuhan Harris dengan suaminya yang menjalani hukuman di penjara Tallahassee, Florida.

Dinas Rahasia (Secret Service AS) diberitahu tentang video tersebut pada awal Maret lalu setelah mendapatkannya dari JPay, sebuah aplikasi yang memungkinkan berbagi media antara narapidana dan mereka yang ada di luar penjara.

Pesan-pesan tersebut secara umum menggambarkan Phelps yang emosi terkait kebenciannya terhadap Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris. Menurut pengaduan yang disampaikan Dinas Rahasia itu, Phelps juga membuat pernyataan tentang pembunuhan Wakil Presiden Kamala Harris.

“Kamala Harris kamu akan mati. Hari-hari anda sudah diberi nomor. Seseorang membayar saya $ 53.000 (Rp 770 juta) hanya untuk membuat Anda marah dan saya akan melakukannya, oke,” demikian disampaikan wanita berusia 39 tahun itu dalam video yang dikirimkan pada 13 Februari lalu.

Di hari berikutnya, Phelps kembali merekam ancaman terhadap Harris. “Saya akan pergi ke lapangan tembak, hanya untuk Anda, sampai Anda meninggalkan kursi kepemimpinan,”

“Pada 22 Februari 2021, Phelps mengajukan permohonan izin kepemilikan senjata diam-diam,” kata pengaduan Dinas Rahasia.

Phelps kemudian ditahan pada Kamis (15/4) lalu dan didakwa atas ancaman pembunuhan terhadap Wakil Presiden AS, Kamala Harris. Menurut The Miami Herald, Phelps saat ini ditahan di pusat penahanan federal di Miami dan terancam di penjara selama 5 tahun.

Suaminya, Joseph Phelps, menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Wakulla setelah divonis pada tahun 1996 atas perampokan bersenjata dan pembunuhan pemilik toko kelontong.

Sementara itu, Pengacara Phelps, Scott Saul, mengatakan kepada The Miami Herald bahwa video tersebut ditujukan sebagai percakapan pribadi antara pasangan yang sudah menikah.

“Berdasarkan pengetahuan saya yang terbatas, saya tidak berpikir klien saya adalah ancaman nyata bagi wakil presiden. Klien saya hanya melampiaskan ke suaminya yang dipenjara,” kata Scott Saul.

“Tampaknya masalah pribadi dalam hidupnya, bersama dengan lanskap politik yang tidak menentu yang dilakukan oleh beberapa orang, membuat dia frustrasi,” tambahnya.

Baca juga !