Wed. Nov 30th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Arteta: Kartu Merah Luiz Titik Balik Kekalahan Arsenal dari Wolves

2 min read

Wolverhampton –

Mikel Arteta menilai kartu merah David Luiz menjadi titik balik kekalahan Arsenal atas Wolverhampton Wanderers. Segalanya sulit bagi The Gunners setelah itu.

Arsenal tumbang 1-2 di markas Wolverhampton Wanderers pada pekan ke-22 Liga Inggris, Rabu (3/2/2021) dini hari WIB. The Gunners sebenarnya memulai laga dengan sangat baik.

Arsenal yang terus menggempur Wolves membuka keunggulan lebih dulu melalui Nicolas Pepe di menit ke-32. Namun, Petaka kemudian hadir untuk Meriam London sesaat sebelum babak pertama berakhir usai David Luiz melanggar Willian Jose di kotak penalti.

Selain menunjuk titik putih, wasit Craig Pawson juga mengkartu merah Luiz. Hadiah penalti sukses dituntaskan Ruben Neves menjadi gol.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta mengakui bahwa kartu merah David Luiz adalah awal dari malapetaka timnya di laga ini. Meski demikian, Arteta tak ingin sepenuhnya menyalahkan bek asal Brasil ini.Unggul jumlah pemain, Wolves berbalik memimpin di awal babak kedua dari gol Joao Moutinho. Situasi semakin sulit untuk Arsenal di sisa laga. Pasalnya, Bernd Leno juga mendapat kartu merah pada menit ke-72 akibat menghalau bola dengan tangan di luar kotak penalti.

Ia juga turut menyesalkan kegagalan anak asuhannya mengoptimalkan peluang di awal laga. Manajer asal Spanyol ini merasa Arsenal harusnya bisa unggul paling tidak tiga gol lebih dulu. Jika itu terjadi, Arsenal tentu lebih bisa menguasai keadaan.

“Saya rasa dengan cara kami bermain di babak pertama, kami seharusnya unggul tiga atau empat gol. Kami benar-benar mendominasi permainan dan menciptakan beberapa peluang emas,” ujar Arteta dikutip dari situs resmi Arsenal

“Kami tidak mampu mencetak gol karena membentur tiang, mistar, dan penyelamatan lawan. Kemudian titik baliknya hadir saat David diusir keluar lapangan.

“Itu 1-0 saat sebelum babak pertama berakhir. -ketika, kita bermain 10 orang, kebobolan satu gol dan kemudian segalanya menjadi sangat sulit,” jelasnya.

Baca juga !

1 min read