Sat. Dec 3rd, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

AS Mulai Komunikasi dengan Iran Soal Penahanan Warganya

2 min read

Washington DC –

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan Amerika Serikat mulai berkomunikasi dengan Iran terkait penahanan sejumlah warga negara AS di negara itu. Sullivan menyebut masalah itu sebagai “kekejaman yang serius”.

Seperti dilansir Reuters, Senin (22/2/2021) Iran telah menangkap belasan orang berkewarganegaraan ganda, termasuk beberapa orang Amerika, dalam beberapa tahun terakhir. Mereka dituduh atas spionase terhadap Iran.

Sejumlah aktivis hak asasi manusia (HAM) menuduh Iran mencoba menggunakan penahanan untuk memenangkan konsesi dari negara lain. Tuduhan itu pun ditolak mentah-mentah oleh Iran.

“Kami telah mulai berkomunikasi dengan Iran tentang masalah ini,” kata Sullivan ketika ditanya apakah pemerintah AS telah memulai negosiasi soal penahanan dengan Iran.

“Kami tidak akan menerima proposisi jangka panjang yang akan membuat mereka terus menahan warga Amerika dengan cara yang tidak adil dan melanggar hukum,” katanya, seraya menyebutnya sebagai “bencana kemanusiaan”.

Sullivan menambahkan bahwa Biden bertekad untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir dan akan menggunakan diplomasi sebagai cara terbaik menangani sikap Iran.

Menanggapi pernyataan Sullivan, sebuah situs berita Iran yang berafiliasi dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran angkat bicara. Disebutkan bahwa setiap komunikasi antara Teheran dan Washington terkait penahanan warga AS telah dilakukan melalui kedutaan Swiss, yang menangani kepentingan AS.

Pekan lalu, Amerika Serikat mengatakan bahwa pihaknya siap untuk berbicara dengan Iran tentang kembalinya kedua negara ke kesepakatan nuklir 2015. Kesepakatan itu bertujuan untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir sambil mencabut sebagian besar sanksi internasional.

“Iran belum menanggapi,” kata Sullivan.

Kedua negara berselisih tentang siapa yang harus mengambil langkah pertama untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu. Kementerian Luar Negeri Iran pada Minggu (21/2) menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat tidak akan dapat bergabung kembali dengan pakta nuklir sebelum mencabut sanksi. Sebaliknya, Washington mengatakan Teheran harus lebih dulu kembali ke kepatuhan nuklir.

Baca juga !