Fri. May 27th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

AS Tuduh Rusia Sebar Informasi Keliru Soal Vaksin Pfizer-Moderna

2 min read

Washington DC –

Otoritas Amerika Serikat (AS) mengidentifikasi tiga publikasi online yang diarahkan oleh dinas intelijen Rusia, yang disebut berupaya merusak citra vaksin-vaksin virus Corona (COVID-19) yang diproduksi Pfizer dan Moderna.

“Menyebarkan banyak jenis informasi keliru, termasuk tentang vaksin Pfizer maupun Moderna, serta organisasi internasional, konflik militer, unjuk rasa, dan setiap isu yang memecah-belah yang bisa mereka eksploitasi,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, seperti dilansir Reuters, Senin (8/3/2021).

Media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), pertama melaporkan hal tersebut pada Minggu (7/3) waktu setempat. Kepada WSJ, juru bicara Kremlin menyangkal klaim yang menyebut Rusia menyebarkan informasi palsu soal vaksin Corona.

Kedutaan Besar Rusia di Washington DC enggan mengomentari laporan tersebut.

Uji klinis yang ditinjau selama berbulan-bulan kemudian mengklaim vaksin Sputnik V efektif 92 persen melawan virus Corona.Otoritas Rusia diketahui menyetujui vaksin Corona buatannya, Sputnik V, pada Agustus tahun lalu, sebelum uji klinis skala besar dimulai. Saat itu, Rusia mengklaim sebagai negara pertama di dunia yang menyetujui vaksin Corona.

Sementara Pfizer yang berkantor di New York, AS, bersama BioNTech dari Jerman, memproduksi vaksin Corona pertama yang disetujui di AS — pada Desember 2020. Vaksin Moderna — yang kantornya ada di Massachusetts — menjadi vaksin Corona kedua yang disetujui di AS.

Disebutkan juru bicara Departemen Luar Negeri AS bahwa Pusat Keterlibatan Global pada Departemen Luar Negeri yang dibentuk untuk menangkal kampanye propaganda dan informasi keliru, telah mengidentifikasi tiga outlet publikasi terkait intelijen Rusia.

Ketiganya adalah News Front, yang dikendalikan oleh Dinas Keamanan Federal Rusia, kemudian New Eastern Outlook dan Oriental Review yang diarahkan dan dikendalikan oleh Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia.

Outlet publikasi keempat, yakni Rebel Insiden, yang dikendalikan oleh militer Rusia juga teridentifikasi, namun sebagian besar tidak aktif.

“Departemen akan terus mengekspose aktivitas jahat Rusia secara online,” tegas juru bicara Departemen Luar Negeri AS tersebut.

“Kami juga akan terus bekerja sama dengan sekutu-sekutu dan mitra kami untuk memberikan respons global melawan informasi keliru,” imbuhnya.

Baca juga !