Wed. Nov 30th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

DPR AS Kirim Pasal Pemakzulan Trump ke Senat, Sidang Segera Digelar

2 min read

Washington DC –

Perwakilan House of Representatives (HOR) atau DPR Amerika Serikat (AS) telah secara resmi mengirimkan pasal pemakzulan mantan Presiden AS, Donald Trump, ke Senat pada Senin (25/1) waktu setempat. Hal ini berarti mengaktifkan proses sidang pemakzulan Trump.

Seperti dilansir AFP, Selasa (26/1/2021), sembilan anggota DPR AS yang menjadi manajer pemakzulan bertugas membawa dokumen berisi pasal pemakzulan Trump ke ruang sidang Senat AS. Mereka berjalan dengan tenang melewati lorong Kongres AS yang sama, yang diserbu pendukung Trump pada 6 Januari lalu.

Pasal pemakzulan Trump, yakni menghasut pemberontakan, kemudian diserahkan kepada Sekretaris Senat AS. Anggota DPR AS dari wilayah Maryland, Jamie Raskin, kemudian membacakan dengan lantang pasal pemakzulan yang dijeratkan pada Trump di ruang sidang Senat AS pada Senin (25/1) waktu setempat.

Prosesi seremonial ini menandai dimulainya proses sidang pemakzulan Trump, atau yang berarti, Senat AS akan menggelar sidang pemakzulan pertama untuk seorang mantan Presiden AS. Trump sendiri sudah dua kali dimakzulkan oleh DPR AS.

Ketua Mahkamah Agung AS, hakim agung John Roberts, memimpin sidang pemakzulan Trump sebelumnya di Senat AS, yang berakhir dengan pembebasannya pada 13 Januari 2020 lalu. Untuk kali ini, yang akan memimpin jalannya sidang pemakzulan adalah president pro tempore Senat.Sidang pemakzulan Trump dijadwalkan akan digelar oleh Senat AS mulai 8 Februari mendatang. Ini berarti ada waktu dua pekan untuk bersiap menghadapi persidangan tersebut.

President pro tempore merupakan Senator paling senior dari partai politik yang mendominasi Senat AS. Dengan Partai Demokrat saat ini mendominasi Senat, maka Senator Patrick Leahy yang berusia 80 tahun — terpilih sejak tahun 1974 — merupakan president pro tempore yang akan memimpin sidang pemakzulan Trump.

“President pro tempore secara historis pernah memimpin sidang pemakzulan Senat terhadap non-presiden,” sebut Leahy dalam pernyataannya.

Baca juga !