Wed. Nov 30th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Ingar Bingar Teranyar Protes Antikudeta di Myanmar

2 min read

Yangon –

Protes antikudeta terus menjadi sorotan sejak militer Myanmar mengambilalih pemerintahan. Serangan bom hingga keputusan melakukan pembebasan sekitar 23 ribu narapidana menambah dinamika yang terjadi di negara bekas jajahan Inggris itu.

Berikut update terbaru yang terjadi di Myanmar:

Bom Meledak di Markas Tentara

Seperti dilansir dari media lokal The Irrawaddy, Minggu (18/4/2021), tiga bom meledak di kantor Departemen Administrasi Umum Yangkin, Yangon, Myanmar pada Sabtu (17/4). Ledakan terjadi dilokasi pasukan keamanan bermarkas sejak Maret lalu.

“Dari tiga yang terluka, satu dalam kondisi kritis,” kata sumber kepolisian.

“Bom itu dilempar dari luar. Kami mendengar ledakan yang sangat keras dari ledakan tersebut. Kemudian, ambulans membawa pergi orang-orang yang terluka,” kata salah seorang penduduk sekitar.

“Banyak truk militer datang setelah bom meledak. Tidak ada warga sipil yang berani keluar, ” lanjutnya.

Belum bisa dipastikan apakah kondisi kantor rusak atau tidak usai serangan bom tersebut.

Ledakan lainnya juga terjadi di dekat gerbang lapangan parade militer yang pernah digunakan untuk Hari Angkatan Bersenjata di Yangon. Ledakan terjadi pukul 16:15 waktu setempat.

Setelah ledakan, pada Sabtu pagi militer melakukan pencarian di lingkungan pemukiman di kota Sanchaung, Ahlone, Kamayut, dan Mayangone. Pencarian kendaraan juga dilakukan di beberapa bagian Yangon. Bahkan menurut para saksi, sejumlah anak muda dipukuli dan ditangkap.Pada Jumat (16/4) malam waktu setempat, serangkaian ledakan juga dilaporkan terjadi di kota Yangon, Mayangone, Kamayut, Sanchaung dan Yakin.

Militer Bebaskan 23.184 tahanan

Untuk merayakan Tahun Baru Tradisional Myanmar, junta militer Myanmar membebaskan 23.184 tahanan dari penjara di seluruh negeri pada hari Sabtu (17/4) di bawah amnesti Tahun Baru. Namun tidak diketahui pasti apakah ada aktivis yang dibebaskan terkait demo antikudeta.

“Para tahanan ini kebanyakan dari sebelum 1 Februari tetapi ada juga beberapa yang dipenjara setelahnya,” kata juru bicara Departemen Penjara Kyaw Tun Oo kepada Reuters melalui telepon.

Saat ditanya apakah ada dari yang dibebaskan berkaitan dengan protes antikudeta, Kyaw Tun Oo mengatakan tidak memiliki rincian terkait amnesti tersebut.

Menurut Asosiasi untuk Tahanan Politik (AAPP) meski militer membebaskan ribuan tahanan, mereka masih mencari 832 orang dengan surat perintah sehubungan dengan protes antikudeta.

Sekitar 200 orang public figure, termasuk beberapa selebritas internet, aktor dan penyanyi yang menentang kudeta, dicari dengan tuduhan mendorong perbedaan pendapat. Mereka terancam dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.

Media lokal mengatakan dua orang public figure yang dicari, pasangan suami istri sutradara Christina Kyi dan aktor Zenn Kyi, ditahan di bandara Yangon pada Sabtu (17/4) saat mencoba pergi ke Bangkok, Thailand.

Baca juga !