Mon. Aug 8th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Ini Kelemahan Kai Havertz di Mata Tuchel

2 min read

Leeds –

Thomas Tuchel memuji peran berbeda Kai Havertz, yang mulai dimainkan sebagai ujung tombak Chelsea. Namun, ada satu kelemahan pemain asal Jerman itu.

Tuchel menjadikan Havertz starter di dua laga terakhir. Setelah bermain penuh saat mengalahkan Everton 2-0, eks Bayer Leverkusen itu kembali menjadi starter di laga melawan Leeds United dalam lanjutan kompetisi Liga Inggris.

Bermain di Elland Road, Sabtu (13/3/2021), Havertz kembali dipasang di posisi striker, diapit Christian Pulisic dan Hakim Ziyech. Tak ada gol dihasilkan dari ketiganya.

Sepanjang laga, Havertz cuma bisa melepaskan empat tembakan ke gawang Leeds. Semuanya on target, namun tidak berujung gol. Laga sendiri berakhir 0-0.

Loading

Tuchel, manajer Chelsea, menilai Havertz bisa mengemban tugasnya dengan baik sebagai striker. Namun, kualitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan besar untuk sang pemain.

“Saya merasa Kai sangat nyaman di posisi depan, turun ke setengah lapangan dari depan, untuk mengalirkan bola dan menggunakan kecepatannya,” kata Tuchel, seperti dilansir Mirror.

“Tapi dia juga bisa datang dengan sangat alamiah ke kotak penalti untuk menyelesaikan serangan kami. Dia nyaman dalam melakukan penyelesaian akhir.

“Dia bisa bermain sebagai No. 9, sebagai False 9 atau pemain sayap. Hari ini kami menggunakan dia sebagai pemain nomor 9. Saya senang, sayangnya dia tidak bisa menyelesaikan seperti di sesi latihan, atau bakatnya memungkinkan dia untuk menyelesaikannya. Saya percaya dia dalam posisi ini,” ujar manajer asal Jerman itu.

Adapun hasil imbang melawan Leeds, membuat Chelsea masih bertahan di peringkat empat klasemen Liga Inggris, dengan 51 poin dari 29 laga. The Blues unggul tiga poin dari West Ham United di posisi lima, yang baru bermain 27 kali—dengan anak asuh David Moyes baru akan menghadapi Manchester United pada Senin (15/3) dini hari WIB.Havertz sendiri dibeli mahal Chelsea pada musim panas lalu, yakni 71 juta paun dari Leverkusen, menjadi rekrutan termahal kedua Si Biru setelah Kepa Arrizabalaga. Sejauh ini, ia baru bikin 5 gol dan 7 assist dari 30 pertandingan di semua kompetisi.