Mon. Aug 8th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Jokowi: Kondisi Ekonomi 2022 Sulit, Tahun Depan Gelap..

2 min read
Presiden Joko Widodo memprediksi kondisi ekonomi dunia pada 2023 akan lebih sulit daripada tahun ini.

Prediksi tersebut berdasarkan rangkuman informasi yang ia dapat saat bertemu para pemimpin dunia, seperti Sekjen PBB Antonio Guterres, para kepala lembaga internasional, kepala negara G7 semua.

“Beliau-beliau menyampaikan, Presiden Jokowi, tahun ini kita akan sangat sulit, terus kemudian tahun seperti apa? Tahun depan akan gelap. Ini bukan Indonesia, ini dunia, hati-hati, bukan Indonesia, yang saya bicarakan tadi dunia,” ujar Jokowi saat membuka Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) Tahun 2022, di Sentul International Convention Center di Bogor, sebagaimana disiarkan YouTube PPAD TNI, Jumat (5/8/2022).

Jokowi pun mengutip penjelasan dari Sekjen PBB dan juga IMF bahwa akan ada 66 negara yang akan ambruk ekonominya.

Ambruknya perekonomian negara-negara di dunia tidak langsung bersamaan, tapi bertahap hingga akhirnya kini sudah ratusan juta orang di dunia kelaparan.

“Mereka detil mengkalkulasi, apa yang dikhawatirkan betul-betul kita lihat dan sekarang ini 320 juta orang di dunia sudah berada pada posisi menderita kelaparan akut dan sebagian sudah kelaparan,” tuturnya.

“Ini Saya sampaikan apa adanya karena posisi pertumbuhan ekonomi bukan hanya turun tapi anjlok semuanya. Singapura, Eropa, Australia, Amerika, semuanya. Pertumbuhan ekonomi turun tapi inflasi naik, harga-harga barang semua naik ini kondisi yang sangat boleh saya sampaikan dunia pada kondisi yang mengerikan,” lanjut presiden.

Dalam kesempatan tersebut, kepala negara juga kembali menyinggung soal kenaikan harga bensin.

Presiden mengatakan, apabila harga bensin naik, maka harga barang juga akan mengalami kenaikan secara bersamaan.

Oleh karenanya, pemerintah saat ini memberikan subsidi hingga Rp 502 triliun untuk mengatasi hal tersebut.

“Coba di negara kita, bayangkan pertalite naik dari Rp 7.650 harga sekarang, kemudian jadi harga yang bener Rp 17.100, demonya berapa bulan? Naik 10 persen saja demonya saya ingat, demonya 3 bulan,” ujar Jokowi.

“Kalau naik sampai 100 persen lebih, demonya akan berapa bulan? Inilah yang sekarang dikendalikan pemerintah dengan apa, dengan subsidi. Karena begitu harga bensin naik, harga barang otomatis melompat bersama-sama,” tuturnya.

Presiden menyebutkan, subsidi dari negara sebesar Rp 502 triliun bukan jumlah yang kecil.

Sehingga dia pun menegaskan tudak ada negara lain yang berani memberikan subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) sebesar yang dilakukan Indonesia.

Baca juga !