Sun. Dec 4th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Kecaman Biden Kala Warga Asia di AS Makin Sering Dapat Serangan

3 min read

Jakarta –

Beberapa waktu belakangan insiden serangan dan kekerasan rasial terhadap orang Asia-Amerika di sejumlah wilayah di Amerika Serikat (AS) meningkat tajam. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Bermula dari awal wabah pandemi COVID-19 menyebar di seluruh dunia, kasus pelecehan, serangan hingga kekerasan terhadap warga Asia di AS meningkat tajam. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, ribuan kasus dilaporkan ke pihak berwajib.

Seperti dilansir BBC, Jumat (12/3/2021), insiden kekerasan terjadi dalam berbagai tindakan, mulai dari diludahi saat sedang berada di area publik, hingga dilecehkan dengan perkataan maupun menyerang fisik warga Asia-Amerika.

Fenomena peningkatan angka kekerasan ini sebenarnya sudah diperingatkan oleh FBI (Biro Penyelidik Federal). Bahkan para aktivis mengatakan serangan itu adalah termasuk dalam kejahatan rasial, dan kerap dikaitkan dengan sikap menyalahkan orang Asia akibat penyebaran COVID-19.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan laporan yang merinci “tingkat yang mengkhawatirkan” dari kekerasan bermotif rasial dan insiden kebencian lainnya terhadap orang Asia-Amerika.

Para pendukung orang Asia-Amerika mengatakan kekerasan dapat dikaitkan dengan meningkatnya sentimen anti-Asia di AS. Sejumlah orang secara langsung menyalahkan retorika anti-China dari mantan Presiden Donald Trump, yang sering menyebut pandemi sebagai “virus China” atau “kung flu”.

Selama pekan pertamanya menjabat, Presiden Joe Biden menandatangani tindakan eksekutif yang pada dasarnya melarang penggunaan bahasa semacam itu di dalam pemerintah federal.

Biden pun mengecam tindak kekerasan dan kejahatan bermotif ras tersebut. Biden menyebutnya sebagai ‘kejahatan kebencian yang kejam’ dan menyerukan agar tindakan semacam itu segera dihentikan.

Seperti dilansir CNN dan AFP, Jumat (12/3/2021), kecaman itu disampaikan Biden dalam pidatonya memperingati setahun pandemi virus Corona (COVID-19) di AS. Biden menegaskan tidak dibenarkan untuk menggunakan pandemi Corona sebagai alasan untuk membenci atau memecah belah.

“Terlalu sering, kita saling bertentangan satu sama lain,” ujar Biden dalam pidato yang digelar di East Room Gedung Putih pada Kamis (11/3) malam.

“Sebuah masker, hal termudah untuk dilakukan demi menyelamatkan nyawa, terkadang, itu memecah-belah kita, saling mengadu domba, bukannya saling bekerja sama, kejahatan kebencian yang kejam terhadap warga Asia-Amerika, yang telah diserang, dilecehkan, disalahkan dan dijadikan kambing hitam,” imbuhnya.

Menurut seorang aktivis dan pendiri organisasi nirlaba hak-hak sipil Rise, Amanda Nguyen, ‘insiden (kekerasan) ini paling tepat dijelaskan berupa “kelalaian secara luas” atas orang Asia-Amerika dalam percakapan budaya.”

“Meskipun populasi Asia tumbuh lebih cepat daripada kelompok besar lainnya dalam sensus AS terakhir, cerita komunitas tidak diliput secara luas di media dan kekhawatiran yang ada tidak disurvei oleh partai politik,” kata Nguyen kepada BBC.

Lebih lanjut, Nguyen mengatakan beberapa badan federal bahkan tidak memasukkan komunitas Asia Amerika dan Kepulauan Pasifik dalam definisi mereka tentang ras minoritas. Dia mengatakan bahwa orang-orang yang menyerang Asia-Amerika sejak pandemi dimulai “tidak dapat benar-benar membedakan dan tidak peduli apakah kami X, Y atau Z”.

Bagi Nguyen, semakin banyak sorotan yang diterima terkait kejahatan anti-Asia, semakin baik. Dia mencatat bahwa undang-undang dapat membantu menyelesaikan masalah, tetapi AS juga membutuhkan perubahan budaya.

“Kami berada dalam momen penting sekarang,” tambah Nguyen. “Kami telah dihapus secara sistematis di setiap tingkatan dan orang-orang dapat mulai memerangi masalah itu dengan mendidik diri mereka sendiri tentang kami.”

Menurut data yang dihimpun kelompok advokasi bernama Stop AAPI Hate, pada tahun 2020 lalu, mereka sudah menerima lebih dari 2.800 laporan insiden kebencian yang ditujukan pada orang Asia-Amerika secara nasional di AS.Angka Kekerasan Meningkat

Dari 34 kabupaten di negara bagian California, AS, Menurut laporan yang dirilis oleh Dewan Perencanaan Kebijakan Asia Pasifik, dari Maret hingga Mei 2020 saja, lebih dari 800 insiden kebencian terkait COVID-19 dilaporkan.

Bahkan menurut Pusat Studi Kebencian dan Ekstremisme, angka-angka itu terus meningkat di Orange County, di mana insiden kebencian anti-Asia naik sekitar 1.200%. Dilaporkan CBS News, di wilayah tetangga Los Angeles County, kejahatan rasial terhadap orang Asia-Amerika naik 115%.

Baca juga !