Fri. May 27th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Menelisik Fenomena ‘Endorse’ Saham Para Influencer

3 min read

Jakarta –

Influencer dengan jutaan pengikut di media sosial (medsos) tak dipungkiri amat mudah menyebarkan pengaruh. Tak jarang itu dimanfaatkan perusahaan atau pihak untuk meng-endorse produk-produk yang umumnya berkaitan dengan gaya hidup. Dan terbukti ampuh!

Belakangan ini muncul fenomena influencer giat mempromosikan alias merekomendasikan saham-saham perusahaan yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Biasanya hal semacam itu dilakukan oleh perusahaan sekuritas ataupun manajer investasi. Kini influencer dengan beragam latar belakang pun ikut-ikutan. Belum jelas mereka melakukannya karena dibayar atau sekedar berbagi pandangan.

Salah satu public figur yang giat merekomendasikan saham adalah Ustadz Yusuf Mansur. Dia cukup sering membicarakan saham-saham perusahaan lewat akun Instagramnya. Memang, bukan tiba-tiba Pemimpin Pesantren Daarul Qur’an itu rajin merekomendasikan saham-saham yang dianggap cuan.

Pada 1996, dia sudah mulai menjajal bisnis meskipun sempat gagal dan tersandung berkali-kali.

Merasa tidak kapok, dia menjajal kembali bisnis network yang bernama Veritra Sentosa Internasional alias PayTren. Pada 2017 lalu dia memperoleh izin dan resmi beroperasi dengan memperkenalkan diri di BEI. Dalam perkenalan tersebut, PAM juga meluncurkan 2 produk reksadana syariahnya yang bernama Dana Falah dan Dana Safa.

Lalu ada Kaesang Pangarep. Putra dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu juga menjadi sosok yang berpengaruh di kalangan milenial.

Lewat akun Twitter-nya, Kaesang kerap memberi kode terhadap saham-saham yang harganya berpeluang naik. Hebatnya setelah dirinya mencuit saham sebuah perusahaan, terbukti nilainya langsung melonjak.

Seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Kaesang memang aktif di pasar saham. Menurut sahabatnya yang merupakan Youtuber Kevin Hendrawan, Kaesang merupakan trader saham jangka pendek.Sejauh yang diamati detikcom, Kaesang giat mencuit saham-saham badan usaha milik negara (BUMN). Siapa sangka, dirinya memang seorang trader.

“Gue kasih bocoran sedikit ya, Kaesang itu juga trading [transaksi saham jangka pendek] lho, tapi kebanyakan diem-diem,” ungkap Kevin Hendrawan yang disampaikannya dalam wawancara Podcast Cuap-Cuap Cuan, CNBC Indonesia.

Keinginan Kaesang untuk berinvestasi saham ini sempat diungkapkannya dalam akun twitter @kaesangp pada 6 Mei 2019. “KALO MAU BELAJAR INVESTASI PASAR SAHAM DIMANA YA!!! MOHON INFONYA!!!” tulis Kaesang yang diposting pada laman akun twitter pribadinya.

Baru-baru ini Raffi Ahmad dan Ari Lasso ikut bicara saham. Keduanya sama-sama merekomendasikan saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melalui akun Instagram masing-masing.

Raffi sendiri mengaku baru pertama kali terjun ke dunia saham dan langsung melirik MCAS. Dia menyampaikan itu melalui akun Instagram-nya @raffinagita1717 yang diposting Senin.

“Hai gaes, gua Raffi Ahmad, gua cuma pengin sharing, berbagi sedikit pengalaman sama kalian semuanya. Ini pertama kalinya gua menginvestasikan tabungan gua di satu perusahaan yang namanya M Cash,” kata Raffi dikutip detikcom kemarin Selasa (5/1/2021).

Ari Lasso, mantan vokalis Dewa 19 juga membeberkan pengalamannya terjun ke dunia saham khususnya saham M Cash.

“Halo teman-teman semuanya terutama para musisi, penyanyi, millennials, pengusaha muda yang mungkin bisnisnya sedang slowing down atau juga para atlet, kita harus menyadari bahwa tidak selamanya penghasilan kita sama atau meningkat di masa depan seperti ketika kita berada di usia keemasan karir kita. Nah, kalau saya harus pandai-pandai berinvestasi,” ungkapnya di akun Instagram @ari_lasso.

Ari Lasso sendiri menegaskan bahwa yang dilakukannya bukan endorse. Pihak MCAS juga sudah menegaskan tak melakukan endorsement melalui Raffi dan Ari Lasso.

Otoritas BEI pun melihat apa yang terjadi itu sebagai fenomena baru. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa BEI Laksono Widodo.

“Ini fenomena baru. Terkait maraknya transaksi oleh retail dan juga dengan fenomena influencer melalui sosial media,” kata dia kepada wartawan.

Walaupun ada aturan mengenai hal itu, dia mengungkapkan pendekatan yang akan dipakai oleh BEI adalah persuasi dan edukasi kepada para influencer.

“Kita melihatnya positif, membantu kita untuk market deepening (pendalaman pasar). Kita perlu ajak mereka diskusi supaya tahu risiko-risiko dan dampaknya secara keseluruhan,” tambahnya.