Sun. Nov 27th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Penentang Kudeta Myanmar Serukan Aksi Protes Lebih Besar

2 min read

Naypyitaw –

Para penentang kudeta militer Myanmar menyerukan aksi protes yang lebih besar pada Rabu (17/2) waktu setempat. Protes lebih besar dimaksudkan untuk membuktikan bahwa klaim militer soal dukungan luas untuk penggulingan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi dan digelarnya pemilu baru adalah salah.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (17/2/2021), para demonstran meragukan janji militer yang menyebut akan menggelar pemilu yang adil dan menyerahkan kekuasaan kepada pemenang pemilu nantinya. Terlebih, Suu Kyi baru saja dijerat dakwaan tambahan.

Diketahui bahwa kini peraih Nobel Perdamaian itu menghadapi dua dakwaan, yakni melanggar Undang-Undang Penanggulangan Bencana Alam serta tuduhan secara ilegal mengimpor enam walkie-talkie.

“Mari kumpulkan jutaan orang untuk menjatuhkan para diktator,” tulis aktivis Myanmar, Khin Sandar, via Facebook.

“Mari kita bergerak secara massal. Mari kita tunjukkan kekuatan kita melawan pemerintah kudeta yang telah menghancurkan masa depan kaum muda, masa depan negara kita,” kata Kyi Toe, anggota senior partai Liga Demokrasi Nasional (NLD).

Sejak 6 Februari lalu, kudeta memicu demonstrasi setiap hari dengan jumlah massa mencapai ratusan ribu orang.

Militer Myanmar merebut kekuasaan dengan menuduh adanya kecurangan pemilu November lalu. Tuduhan itu pun ditolak oleh komisi pemilu. Militer Myanmar mengatakan bahwa penetapan keadaan darurat sejalan dengan konstitusi untuk membuka jalan bagi reformasi demokrasi.

“Tujuan kami adalah mengadakan pemilihan dan menyerahkan kekuasaan kepada partai pemenang,” kata Brigjen Zaw Min Tun, juru bicara dewan yang berkuasa, pada konferensi pers pertama militer sejak menggulingkan pemerintahan Suu Kyi. Dia tidak memberikan kerangka waktu, tetapi mengatakan militer tidak akan berkuasa lama.

Juru bicara junta militer Myanmar, Zaw Min Tun, mengatakan bahwa Suu Kyi berada di “tempat yang lebih aman” dan “dalam kesehatan yang baik”.

“Ini tidak seperti mereka ditangkap – mereka tinggal di rumah mereka,” kata Zaw Min Tun, yang menjadi wakil menteri informasi negara itu setelah kudeta, seperti dilansir AFP, Selasa (16/2).

“Kami menjaga Daw Aung San Suu Kyi dan (presiden) U Win Myint di tempat yang lebih aman demi keamanan mereka. Mereka dalam keadaan sehat,” imbuhnya.

Baca juga !