Sun. Aug 14th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Rasio Utang BUMN Turun Jadi 35%, Erick Thohir Janji Atur Postur Utang

3 min read

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, rasio utang perusahaan milik negara secara konsolidasi menyusut menjadi 35% pada 2021, dibanding level tahun sebelumnya yang mencapai 39%.

“Alhamdulillah berkat transformasi dengan mengedepankan proses bisnis yang baik, tata kelola perusahaan yang baik, efisiensi, dan profesional, rasio utang BUMN pada 2021 35% atau turun dari 2020 yang sebesar 39%,” kata Erick di Gedung DPR, dikutip Selasa (5/7).

Erick memaparkan, upaya penurunan rasio utang dilakukan bersamaan dengan pertumbuhan keuntungan. Perusahaan pelat merah secara konsolidasi berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 126 triliun pada tahun lalu. Pencapaian tersebut naik signifikan dibanding tahun 2020 yang hanya sebesar Rp 13 triliun.

Ke depan, Erick mengaku akan terus mendorong penyusutan rasio utang BUMN dengan memetakan utang-utang perusahaan, agar penggunaannya benar-benar ditujukan untuk kepentingan bisnis.

“Sekarang kita rapikan yang mana utang-utang produktif, dan yang mana utang-utang yang koruptif. (Utang) yang koruptif tentu kita sikat,” kata Erick.

Intinya, pemilik Grup Mahaka ini menyatakan komitmennya dalam melakukan transformsi BUMN, baik dari sisi bisnis maupun sumber daya manusia (SDM).

“Perbaikan kinerja BUMN tentu memiliki dampak besar bagi masyarakat dan negara. Kalau BUMN-nya tidak sehat, bagaimana mau maksimal berkontribusi,” katanya.

Sebelumnya, Komisi VI DPR RI menyetujui penyertaan modal negara (PMN) kepada 10 perusahaan milik negara senilai total Rp 73, 26 triliun untuk tahun anggaran 2023 atas usulan Kementrian BUMN.

“Nantinya, akan dibahas lagi. Ketua DPR, Komisi VI, Komisi XI dan Banggar (Badan Anggaran) akan berkoordinasi dan berdiskusi jika memang ada penyesuaian pengeluaran anggaran lain, agar tidak cacat hukum,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR, Mohamad Hekal.saat rapat pada Senin kemarin (5/7).

Hekal sebagai pimpinan Rapat Kerja, mengatakan persetujuan diberikan kepada Menteri BUMN untuk mengusulkan daftar PMN ini dalam rancangan anggaran penerimaan dan belanja negara (RAPBN) tahun 2023.

Berikut rincian usulan PMN untuk 10 BUMN pada 2023:

1. PT PLN diusulkan meneriman PMN tunai sebesar Rp 10 triliun. Dana akan digunakan untuk mendanai pengembangan infrastruktur kelistrikan, demi kemandirian energi dan meningkatkan rasio elektrifikasi nasional.

2. PT LEN Industri (DEFEND ID) diusulkan memperoleh PMN tunai Rp 3 triliun, dan PMN non-tunai 838 miliar. Dana digunakan untuk mengembangkan usaha dengan membangun fasilitas dan kapasitas produksi infrastruktur pertahanan, radar pesawat, kapal, amunisi, dan modernisasi senjata.

3. PT Rajawali Nusantara Indonesia (FOOD ID) dengan PMN tunai Rp 2 triliun, non-tunai Rp 2,6 triliun. Dana akan digunakan untuk mendukung ketahanan pangan nasional, dengan melakukan perbaikan struktur permodalan perusahaan.

4. PT Hutama Karya dengan PMN mencapai Rp 30,56 triliun. Pendanaan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan demi melanjutkan pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera sesuai penugasan pemerintah.

5. PT Aviasi Pariwisata Indonesia dengan PMN Rp 9,5 triliun. Dana akan digunakan untuk menata dan mengembangkan ekosistem pariwisata demi mempercepat pemulihan industri pariwisata dan penerbangan nasional, dan meningkatkan pembangunan ekonomi.

6. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (IFG) dengan PMN senilai Rp 6 triliun. Dana akan digunakan untuk memperkuat permodalan Askrindo dan Jamkrindo demi melaksanakan penugasan pemerintah untuk penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

7. PT KAI memperoleh PMN senilai Rp 4,1 triliun. Dana akan digunakan untuk menutupi pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Indonesia-China. 8. PT Reasuransi Indonesia Utama diusulkan memperoleh PMN Rp 3 triliun. Dana akan digunakan untuk memperbaiki tingkat kesehatan dan bisnis reasuransi melalui pengembangan usaha.

9. Perum Damri diusulkan memperoleh PMN sebesar Rp 867 miliar. Dana akan digunakan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas melalui berbagai program, termasuk penyediaan armada untuk penugasan perintis, wilayah strategis pariwisata nasional, dan armada bus listrik untuk perkotaan.

10. PT Airnav Indonesia dengan PMN sebesar Rp 790 miliar. Dana akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan penerbangan domestik dan internasional, khususnya mencapai pengelolaan sistem lalu lintas penerbangan yang modern.

Baca juga !