Sun. Nov 27th, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Siaga Tinggi Gedung Capitol Jelang Pemakzulan Trump Disidang

2 min read

Washington DC –

Otoritas Amerika Serikat melakukan pengamanan luar biasa di dalam Gedung Capitol jelang sidang pemakzulan kedua mantan Presiden AS Donald Trump. Hal ini menandai keyakinan akan kemungkinan ancaman untuk anggota parlemen dan gedung federal AS setelah kerusuhan 6 Januari lalu.

Seperti dilansir CNN, Selasa (9/2/2021), anggota Garda Nasional AS masih melakukan patroli di bagian luar kompleks Gedung Capitol AS, yang di beberapa bagian dipasangi pagar kawat berduri setinggi 2,4 meter yang sulit dipanjat.

Di dalam aula Gedung Capitol AS, sembilan manajer pemakzulan dari Partai Demokrat juga dikawal petugas keamanan saat beraktivitas, mulai dari memberi suara dan menggelar rapat, sebelum sidang pemakzulan Trump digelar Selasa (9/2) siang waktu setempat.

Akses ke Gedung Senat AS, yang menjadi lokasi sidang pemakzulan, juga diperketat.

Para pejabat penegak hukum federal AS menyatakan bahwa pihaknya tidak sedang melacak ancaman ‘spesifik dan kredibel’ apapun bagi Gedung Capitol terkait sidang pemakzulan Trump.

Namun badan-badan terkait, termasuk Biro Investigasi Federal (FBI) dan Departemen Keamanan Dalam Negeri, tetap waspada tinggi. Mereka mengerahkan seluruh alat dan kemampuan mereka untuk menghindari kegagalan pengamanan dan intelijen yang sama saat kerusuhan 6 Januari lalu.

FBI terus melanjutkan pengawasan terhadap sejumlah orang di dalam wilayah AS, memantau setiap pertanda bahwa orang-orang itu merencanakan sesuatu terkait sidang pemakzulan dan dalam minggu-minggu berikutnya.

Otoritas penegak hukum AS juga telah menjangkau para tersangka, dalam upaya mencegah mereka memfasilitasi kerusuhan atau kekerasan lanjutan.

Sebagai bagian dari upaya itu, otoritas AS melacak secara cermat setiap ancaman terhadap anggota Kongres AS, yang dilaporkan meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Otoritas AS juga memastikan keselamatan para anggota parlemen AS di Washington DC, maupun saat mereka kembali ke negara bagian masing-masing.

Baca juga !