Tue. Sep 27th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Tak Berhenti Gempuran Israel ke Gaza Meski Dikecam Dunia

2 min read

Jakarta –

Agresi militer Israel ke Palestina dikecam berbagai pihak. Pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam sendiri resmi mengeluarkan penyataan sikap yaitu mengutuk agresi yang menyebabkan kekerasan di Jerussalem Timur dan Jalur Gaza.

Keterangan tertulis pernyataan bersama tiga negara itu diunggah oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui akun twitternya, Minggu (16/5/2021). Keterangan tertulis itu dibuat oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo, Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin, dan Sultan Brunei Sultan Hassanal Bolkiah.

Pernyataan sikap tiga negara serumpun ini dikeluarkan pada Minggu, 16 Mei 2021.

“Kami menegaskan kembali solidaritas kami kepada rakyat Palestina dan dukungan penuh untuk pembentukan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat,” tulisnya.

A Palestinian man carries a girl who was rescued from under the rubble of a destroyed residential building following deadly Israeli airstrikes in Gaza City, Sunday, May 16, 2021. The airstrikes flattened three buildings and killed at least 26 people Sunday, medics said, making it the deadliest single attack since heavy fighting broke out between Israel and the territory's militant Hamas rulers nearly a week ago. (AP Photo/Khalil Hamra)Foto: Potret seorang anak Palestina jadi korban agresi militer Israel. (AP Photo/Khalil Hamra)

Dalam pernyataan resminya, ketiga negara mengutuk serangan Israel atas Palestina. Disebutkan, serangan itu telah berulang kali terjadi dan memakan korban warga sipil.

“Kami mengutuk dalam istilah terkuat pelanggaran dan agresi terang-terangan yang berulang kali dilakukan oleh Israel, yang menargetkan warga sipil di seluruh lokasi okupasi wilayah Palestina, khususnya di Jerussalem Timur dan Jalur Gaza, yang telah membunuh, melukai, dan menyebabkan penderitaan bagi banyak orang, termasuk wanita dan anak-anak,” tulis keterangan tersebut.

Ketiga negara tersebut menyebut tindakan Israel telah terang-terangan melanggar hukum internasional, termasuk pelanggaran HAM, kolonialisasi, serta politik apartheid terhadap orang-orang Palestina.

“Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal, menghentikan serangan terhadap warga sipil, untuk mengambil langkah-langkah dalam meredakan situasi dan untuk menegakkan hukum dan ketertiban internasional,” katanya.

Baca juga !