Sat. Oct 1st, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Terungkap, Biden Setujui Penjualan Senjata Rp 10 T ke Israel

2 min read

Washington DC –

Pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Joe Biden dilaporkan menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$ 735 juta (Rp 10,5 triliun) kepada Israel. Hal ini terungkap seiring terjadinya pertempuran sengit antara Israel dan kelompok Hamas yang menguasai Gaza.

AS diketahui terus mendukung Israel yang merupakan sekutunya. AS bahkan memblokir pernyataan bersama Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang menyerukan diakhirinya pertempuran berdarah sejak pekan lalu di Gaza.

Seperti dilansir Xinhua News Agency, Selasa (18/5/2021), lampu hijau dari pemerintahan Biden untuk rencana penjualan senjata ke Israel itu diungkapkan oleh media terkemuka AS, Washington Post, dalam laporannya yang mengutip sumber-sumber di Capitol Hill — gedung Kongres AS — yang memahami isu ini.

Disebutkan oleh sumber-sumber itu bahwa Kongres AS baru diberitahu secara resmi soal rencana penjualan senjata itu pada 5 Mei, atau kurang dari sepekan sebelum pertempuran pecah antara Israel dan Hamas.

Rencana penjualan senjata itu, menurut laporan Washington Post, mencakup amunisi serangan langsung gabungan (JDAM) dan bom diameter kecil GBU-39.

Ditekankan sumber-sumber di Capitol Hill, seperti dikutip Washington Post, bahwa kesempatan Kongres AS untuk memblokir rencana penjualan itu telah tertutup. Diketahui bahwa setelah pemberitahuan resmi disampaikan pemerintah kepada Kongres AS, para anggota parlemen memiliki waktu 15 hari untuk mengajukan keberatan melalui resolusi penolakan yang tidak mengikat.

“Hanya ada sisa empat hari dalam jendela peninjauan kongres 15 hari, dan itu harus dipertimbangkan oleh komisi yurisdiksi selama 10 hari sebelum memenuhi syarat untuk dihentikan,” tutur seorang ajudan kongres AS dari Partai Demokrat, yang enggan disebut namanya.

“Jadi jendela untuk rencana penjualan komersial ini secara teknis telah ditutup,” imbuhnya.

Sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat menyampaikan kekhawatiran atas penjualan senjata ini ketika militer Israel terus melanjutkan serangan udaranya di Gaza, yang memicu korban jiwa dari kalangan sipil.

“Sementara saya mendukung bantuan keamanan untuk Israel, termasuk mendanai sistem pertahanan Iron Dome, saya memiliki kekhawatiran serius soal kerangka waktu penjualan senjata ini,” ujar anggota parlemen dari Partai Demokrat, Joaquin Castro, dalam pernyataannya.

“Juga (kekhawatiran soal) pesan yang akan dikirimkan ke Israel dan dunia soal urgensi gencatan senjata, dan pertanyaan terbuka soal legalitas serangan militer Israel yang menewaskan warga sipil di Gaza,” imbuhnya.

“Jika ini berlanjut, maka akan dipandang sebagai lampu hijau untuk melanjutkan eskalasi dan akan melemahkan setiap upaya menengahi gencatan senjata,” sebut Omar yang anggota Komisi Urusan Luar Negeri DPR AS.”Akan mengerikan bagi pemerintahan Biden untuk menyerahkan persenjataan presisi senilai US$ 735 juta ke (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu tanpa persyaratan apapun setelah meningkatkan kekerasan dan serangan terhadap warga sipil,” cetus anggota parlemen dari Partai Demokrat lainnya, Ilhan Omar.

Dalam percakapan telepon dengan Netanyahu pada Senin (17/5) waktu setempat, Biden dilaporkan menyuarakan dukungan untuk gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Hal itu disampaikan saat Biden menghadapi tekanan besar dari sekelompok Senator Demokrat yang mendesak gencatan senjata segera demi mencegah hilangnya lebih banyak nyawa di Gaza.

Sejauh ini tercatat sedikitnya 204 warga Palestina termasuk 59 anak-anak dan 10 warga Israel termasuk seorang bocah 5 tahun, tewas dalam pertempuran terbaru antara Israel dan Hamas.

Baca juga !