Sun. Aug 14th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Thailand Peringatkan Warganya Tidak Bawa Ganja ke Luar Negeri, Termasuk RI

2 min read

Penghapusan ganja dan tanaman rami dari daftar narkotika di Thailand telah memicu banyak peringatan dari negara lain.

Kedutaan besar Thailand di Indonesia, Korea Selatan, dan Jepang telah memperingatkan warga Thailand untuk tidak membawa ganja atau produk terkait masuk ke negara tersebut.

Sebab, jika ketahuan nekat membawa barang tersebut, mereka dapat menghadapi hukuman penjara, denda berat, atau bahkan hukuman mati.

Tak hanya itu, negara-negara lain seperti Singapura dan China juga telah mengingatkan warganya di luar negeri untuk tidak menggunakan ganja dalam bentuk apapun.

“(Berdasarkan) Undang-Undang Penyalahgunaan Narkoba, setiap warga negara Singapura atau penduduk tetap yang ditemukan telah mengonsumsi obat-obatan terlarang di luar Singapura juga akan bertanggung jawab atas pelanggaran konsumsi narkoba,” kata Biro Narkotika Pusat Singapura (CNB), dikutip dari The Straits Times.

CNB menambahkan, pemeriksaan narkotika dilakukan secara teratur di berbagai pos pemeriksaan.

Orang yang terbukti mengkonsumsi narkoba dapat dipenjara hingga 10 tahun dan didenda hingga USD 20.000 setara Rp 229 juta.

CNB mengatakan, legalisasi ganja di Thailand berasal dari dorongan kuat kepentingan pribadi dan lobi yang intens. Hal itu juga membuat undang-undang narkoba yang lebih liberal, dapat berlaku di sejumlah negara.

Kendati demikian, CNB tetap menolak sudut pandang yang mengatakan ganja adalah obat lunak dengan manfaat medis.

CNB menegaskan, bukti ilmiah telah menunjukkan bahwa ganja adalah adiktif dan berbahaya. Kesimpulan itu dikutip dari badan-badan dunia seperti Badan Pengawasan Narkotika Internasional.

Selain itu, studi ilmiah juga menyoroti efek buruk dari penggunaan ganja jangka panjang. Termasuk peningkatan risiko gejala psikotik atau skizofrenia.

Kini, di beberapa negara lain sedang marak konsumsi ganja dalam bentuk permen dan kue. CNB menyebut hal itu sebagai pemasaran yang tidak bertanggung jawab.

“Penampilan yang tidak berbahaya dari produk-produk ini dapat menarik anak muda yang tidak curiga untuk mengkonsumsinya, mabuk, dan berisiko overdosis,” tutup CNB.

Baca juga !