Fri. May 27th, 2022

NagaBola.net

informasi Berita Bola 24 Jam

Waket MPR Sebut Dampak COVID-19 Sampai ke Level Rumah Tangga

2 min read

Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengatakan dampak pandemi COVID-19 menciptakan berbagai perubahan di sejumlah sektor dalam skala negara hingga rumah tangga. Menurutnya perlu kebijakan menyeluruh agar mampu mengatasi semua permasalahan.

 

“Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada negara, tetapi juga secara langsung berdampak pada unit terkecil dari negara yaitu rumah tangga,” kata Rerie, sapaan akrab Lestari dalam keterangannya, Kamis (11/3/2021).

Pernyataan ini disampaikan Rerie dalam diskusi virtual bertema Menakar Dampak Sosial Ekonomi Rumah Tangga dan Langkah Antisipasinya yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12. Menurutnya terganggunya perekonomian rumah tangga juga menyebabkan gangguan sosial dan kesehatan terhadap anggota keluarga seperti ibu dan anak dalam rumah tangga.

Ia mengatakan dampak gangguan ekonomi keluarga mendapat respons yang berbeda dari setiap kelompok masyarakat. Pada masyarakat pra sejahtera, bahkan pandemi COVID-19 menyebabkan potensi kerawanan pangan terhadap anak meningkat. Selain itu dampak psikologis juga diderita orangtua dan anak karena mengalami tekanan sosial dalam menjalani kehidupan di masa pandemi.

Dengan beragamnya dampak sosial dan ekonomi di masa pandemi yang dialami berbagai kelompok masyarakat, ia berharap para pemangku kepentingan mampu menerapkan kebijakan yang komprehensif untuk mengatasi beragamnya dampak pandemi yang dialami masyarakat.

Deputy Director of Research and Outreach SMERU, Athia Yumna mengungkapkan berdasarkan survei yang dilakukan SMERU pada Oktober-November 2020 terhadap 12.216 responden di 34 provinsi, terungkap dampak pandemi COVID-19 sangat parah terhadap rumah tangga.

Menurutnya tiga dari empat rumah tangga mengalami penurunan pendapatan, sebanyak 14% pencari nafkah terpaksa pindah kerja dengan sektor pertanian dan konstruksi sebagai penyerap tenaga kerja. Selain itu, setengah dari responden juga disebut tak memiliki tabungan.

Athia menyarankan agar pemangku kepentingan memperhatikan kesehatan fisik dan mental anak serta perempuan. Menurutnya, itu kelompok yang rentan mendapat gangguan di masa pandemi COVID-19.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi NasDem, Sri Wulan berpendapat pemerintah harus kembali memberikan stimulus ekonomi kepada masyarakat yang rentan terdampak pandemi. Karena pemulihan ekonomi nasional masih memerlukan waktu yang cukup panjang.

Kepala Pusat Penelitian Bidang Ekonomi LIPI, Agus Eko Nugroho mengungkapkan dampak pandemi COVID-19 di sektor ekonomi saat ini sangat berat. Karena di masa pandemi ini, perekonomian kelompok masyarakat kalangan bawah mengalami kontraksi, di sisi lain kelompok masyarakat yang mampu secara ekonomi menahan konsumsi.

Program vaksinasi menurutnya akan sangat berpengaruh terhadap proses percepatan pemulihan ekonomi nasional 2021. Ia menyarankan salah satu langkah yang bisa diambil untuk mempercepat pergerakan ekonomi adalah memperbesar alokasi anggaran pemulihan ekonomi nasional untuk UMK dan LKM serta intervensi di sisi permintaan.

Ketua Yayasan Pekka, Nani Zulminarni berpendapat di masa pandemi ini masyarakat perlu bantuan pemberdayaan ekonomi dan kebijakan afirmasi, terutama untuk kelompok tereksklusi antara lain perempuan kepala keluarga, lansia, disabilitas dan kelompok minoritas lainnya.

Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini mengatakan pandemi COVID-19 mengancam kelompok rentan. Menurutnya di masa pandemi terjadi peningkatan angka kematian bayi 19% demikian juga terhadap angka stunting terhadap anak yang diperkirakan meningkat.

Sebagai informasi, dalam diskusi tersebut juga hadir Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini dan Wakil Ketua Umum, Koordinator Bidang Pendidikan dan SDM, NU Circle, Ahmad Rizali.

Baca juga !